Daftar Harga Haji di Jakarta Utara Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Daftar Harga Haji di Jakarta Utara Alhijaz Indowisata didirikan oleh Bapak H. Abdullah Djakfar Muksen pada tahun 2010. Merangkak dari kecil namun pasti, alhijaz berkembang pesat dari mulai penjualan tiket maskapai penerbangan domestik dan luar negeri, tour domestik hingga mengembangkan ke layanan jasa umrah dan haji khusus. Tak hanya itu, pada tahun 2011 Alhijaz kembali membuka divisi baru yaitu provider visa umrah yang bekerja sama dengan muassasah arab saudi. Sebagai komitmen legalitas perusahaan dalam melayani pelanggan dan jamaah secara aman dan profesional, saat ini perusahaan telah mengantongi izin resmi dari pemerintah melalui kementrian pariwisata, lalu izin haji khusus dan umrah dari kementrian agama. Selain itu perusahaan juga tergabung dalam komunitas organisasi travel nasional seperti Asita, komunitas penyelenggara umrah dan haji khusus yaitu HIMPUH dan organisasi internasional yaitu IATA. Daftar Harga Haji di Jakarta Utara

Saco-Indonesia.com - Di awal April nanti, pengguna Windows XP tak akan lagi aman. Pasalnya, Microsoft sudah menyatakan akan menghentikan dukungan terhadap OS ini untuk selama-lamanya.

Padahal, seperti yang dilansir oleh ZDNet (11/3), jumlah pengguna Windows XP sekarang ini bukan main banyaknya. Menurut survei terakhir , Dari 641 responden,aekitar 37 persen dari responden menyatakan akan tetap menggunakan XP meski tidak lagi didukung Microsoft. Mereka tidak pikir-pikir lagi untuk menggunakan OS tersebut.

Hal ini berarti, 37 persen orang itu akan jadi sasaran empuk para hacker sesaat setelah Windows XP tak didukung lagi oleh Microsoft. Segala lubang keamanan yang mungkin masih tersisa di dalamnya akan dieksploitasi habis-habisan pada saat itu.

Serangan bisa saja muncul dari Java, aplikasi pihak ketiga, atau bahkan file yang tidak dikenali. Intinya, ancaman bisa datang dari berbagai sisi.

Microsoft sendiri memang seakan tidak perhatian dengan para pengguna OS lawasnya ini. Namun, setidaknya mereka sudah menunjukkan rasa cintanya dengan akan memberikan Windows 8.1 versi gratis .

Tinggal menunggu saja bagaimana para pengguna membalas cinta Microsoft ini. Jika tidak bertepuk sebelah tangan, pengguna pastinya mau diajak Microsoft lakukan apapun, termasuk upgrade ke Windows 8.1.

 

Sumber : Merdeka .Com

Editor Maulana Lee

Harus Dimatikan Windows XP, Microsoft tak lagi sayang pengguna?

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »